Perihal Sepak Bola

Namanya Arda dan Radit, tiap matahari mulai turun dan petang mulai menjelang mereka berdua bergegas menuju gang sempit di mana jalan utama menuju rumah mereka masing-masing atau perkampungan mereka di daerah Sosromenduran, sisi barat Malioboro. Dengan pakaian keseharian mereka dan menggunakan sepatu futsal yang cukup pas dengan kaki, mereka bergegas menutup pintu gang dengan memegang bola plastik, dengan begitu permainan dimulai. Radit kebagian menendang bola, sementara Ardan yang menjadi penjaga gawangnya, kalau kalian pernah bermain bola di kampung, ini namanya “dolanan pinalti”, batas tiang gawangnya ya sebatas lebar gang sempit tersebut, sementara apa gunanya menutup pintu gang? Ya, biar bola tak sampai ke luar ke jalan raya sebelah timur gang ketika bola ditendang dengan keras, juga merangkap sebagai jaring-jaring tiang gawang. Mereka berdua tampak gembira, sesekali dengan jail menendangkan bolanya ke arah saya, tentu dengan sengaja dan mereka tertawa lepas ketika bola telah mengenai bagian badan, kepala, atau tangan saya. Saya juga sesekali tertawa dengan bahagia.

Saya orang yang tidak begitu suka sepak bola, hanya saja kebetulan menyukai klub sepak bola Inggris, Arsenal. Melihat Arda dan Radit saya ingat masa kanak-kanak di kampung saya, walaupun sekarang saya tidak begitu menyukai sepak bola, tapi semasa masih duduk di sekolah dasar saya selalu menjadi pemain utama dalam pertandingan sepak bola antar kelas atau campuran, atau sesekali tanding antar Padukuhan, saya selalu menjadi gelandang yang tak jarang bisa bertransformasi menjadi bek tengah. Sejak SMP saya mulai pensiun dini, cielahhh, hahaha, hal tersebut dikarenakan kaki saya sempat terkilir parah ketika pertandingan bola sore-sore di kampung, waktu itu hujan deras, dan saling tendang antar kaki tak terelakan saat itu dengan teman saya, karena saya tak begitu memperdulikan hal tersebut, ternyata rasa sakit itu tak pernah sembuh sampai sekarang, dalam posisi tertentu kaki kanan saya yang dulu terkilir itu masih sakit. Dari situ saya putuskan tak pernah bermain bola lagi, tentu juga karena saya sebenarnya tak punya bakat dan passion di situ.

Lalu, orang-orang disekitar saya sering bertanya,

“Awakmu ra seneng bal-balan po, Res/Tuk?”

karena mungkin beranggapan: wong lanang kok rapaham bal-balan dan ra pernah bahas bal, aku kadang menjawab dengan enteng

“Heem, wong kan duwe kesenengan bedo-bedo”

Karena orang tidak wajib mengetahui latar belakang kita kenapa hari ini begini, tapi yang wajib memahami latar belakang dan asal-usul kita adalah diri kita sendiri, untuk sebagai langkah ke depan menjadi diri sendiri. Saya jadi bingung, kenapa tiba-tiba memikirkan sepak bola. Ternyata saya paham, karena fajar tadi Arsenal menang dari Chelsea di ICC, walaupun ya adu pinalti. Saya teringat betul dulu 29 September 2012 streaming Arsenal v Chelsea dan Arsenal kalah 1-2. Ada dua perbedaan streaming dulu dan tadi: pertama dulu streaming di warnet dan menghabiskan uang berpuluh ribu, kedua tadi Arsenal menang. Tabik.

BACA JUGA